Pasar Sanggam Adji Dilayas

Awal bulan Agustus ini saya mulai dengan memosting seputar Kota Berau, kota dimana saya dibesarkan. Kali ini saya memosting artikel tentang Pasar terbesar yang ada di Kota Berau yaitu Pasar Sanggam Adji Dilayas.

Apa itu Pasar Sanggam Adji Dilayas, jika bukan warga berau pasti anda tidak mengetahui apa artinya.  Kata “Sanggam” artinya bagus/bersih/indah atau yang mengartikan sebuah keelokan, sedangkan “Adji Dilayas” adalah diambil dari nama salah satu raja di Kerajaan Sambaliung.

Perlu diketahui, Kesultanan Sambaliung adalah kesultanan hasil dari pemecahan Kesultanan Berau, di mana Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliung dan Gunung Tabur sekira tahun 1810-an.

Sultan Sambaliung pertama adalah Sultan Alimuddin yang lebih dikenal dengan nama Raja Alam. Raja Alam adalah keturunan dari Baddit Di Pattung atau yang lebih dikenal dengan Aji Suryanata Kesuma – raja Berau pertama.

Sampai dengan generasi ke-9, yakni Aji Dilayas. Aji Dilayas sendiri mempunyai dua anak yang berlainan ibu, satu bernama Pangeran Tua dan kedua bernama Pangeran Dipati, begitulah sekilah sejarah dari kota Berau.

Kembali ke Pasar Sanggam Adji Dilayas, pasar yang diresmikan pada tanggal 3 maret 2009 Gurbernur Kalitm Awang Faroek Ishak dikejutkan dengan kedatangan seorang Pangeran, tahukah Anda? Pangeran Kerajaan Denmark Hendrik bersama dengan 31 pembantuanya muncul di antara para tamu dan undangan.  Kehadiran pangeran Denmark tersebut sontak membuat kaget warga yang hadir dalam acara peresmian itu.

Seketika itu Awang menghentikan pidatonya lalu turun dari podium. ”Hello, welcome to Berau,” katanya menyambut Pangeran Hendrik.

Pangeran Hendrik menyambut salam tersebut dengan memeluk Awang. Pangeran dari Eropa itu dijadwalkan berada di Berau seminggu. Dia dan rombongannya akan mengunjungi sejumlah objek wisata bahari Berau. Di antaranya, Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Sangalaki, dan Pulau Kakaban.

dikutip dari beberapa sumber

Updated : Kumpulan Gambar Pasar Induk Sanggam Adji Dilayas


Search From Google :

pasar adji dilayas

Comments

  1. TuSuda says:

    Bisa menjadi percontohan bagi pasar di tempat lainnya ya Mas, agar higienis, bersih dan rapi.

  2. Gus Ikhwan says:

    saya lihatdepannya cukup bersih sekali mas, lalu pakah dalam pasar juga bersih ya

  3. Erlina says:

    kisah yang menarik mengenai Pasar Sanggam Adji Dilayas :)

  4. postingan seperti ini bisa menjadi rujukan sejarah buat pembaca, mas. saya yang kebetulan tdk mengenal tokoh2 lokal akhirnya jadi tahu bagaimana kiprah mereka di masa silam.

  5. JhezeR says:

    Termasuk pasar tradisional yo mas?

  6. kampus blog says:

    mas OOT ya :D
    itu caranya buat image zoom kalau kursor di atas gambar gimana caranya ya hehehe

  7. tomi says:

    asli berau mas??
    berau tuh mana ya?? saya menuju wiki deh.. baru pertama kali dengar ini..

  8. DikMa says:

    @TuSuda
    iYa dung sobat

    @Gus Ikhwan
    Tentu mas Gus, kan pasar baru ;)

    @sawali tuhusetya
    Betul sekali pak sawali

    @JhezeR
    La, katanya terindah se indonesia looo … :o lo: piss

    @kampus blog
    dah dibahas disini tuh > http://dikma.info/membesarkan-image-ketika-disorot/

    @tomi
    Hahaha, hari gini belum kenal dengan kota Berau .. Kidding
    btw, benar cari aja di wiki … thanks ya

  9. aming says:

    waahh…bersih yaa…ga seperti pasar mencos di setiabudi sini…

  10. budiarnaya says:

    Berau yang dimaksud adalah yang ada di Kalimantan Timur yach ? untuk pasarnya ini menjual oleh-oleh kalimantan pastinya yach ? seperti kerajinan gitu ?

Speak Your Mind

*

KLIK DISINI
100% GRATIS WEBSITE DARI FACEBOOK